SOLID GOLD | PENGESAHAN STIMULUS FISKAL AMERIKA

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – HARGA EMAS MEMPERTAHANKAN RELI PENGUATAN PASCA PENGESAHAN STIMULUS FISKAL AMERIKA SERIKAT

SOLID GOLD JAKARTA – Di sepanjang pekan lalu, harga emas sempat melemah hingga level $ 1676.10/troy ons. Akan tetapi, berbalik reli hingga menyentuh level $1729.85/troy ons dan ditutup pada level $ 1724.30/troy ons. Harga penutupan ini menguat 1.4 % dibandingkan minggu sebelumnya. Melonjaknya harga emas terutama disebabkan oleh penurunan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun, dan naiknya inflasi (CPI) Amerika Serikat bulan Februari. Sementara itu, The Fed belum merencanakan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Faktor lain yang memicu reli harga emas adalah paket stimulus fiskal pemerintah Amerika Serikat senilai US $ 1.9 trilliun yang telah ditandatangani Presiden Joe Biden Kamis minggu lalu. Paket ini termasuk bantuan langsung sebesar US $1,400 untuk warga negara Amerika Serikat, yang diperkirakan akan meningkatkan peredaran jumlah US Dollar sehingga nilainya akan turun.

Pekan ini, harga emas diprediksi masih akan menguat. Faktor utama yang akan mempengaruhi emas masih pada pergerakan yield obligasi Amerika Serikat 10 tahun. Disamping itu, hasil FOMC meeting yang akan disertai dengan proyeksi ekonomi dan konferensi pers ketua The Fed Jerome Powell juga menjadi katalis. Pelaku pasar akan fokus pada sikap The Fed terhadap kenaikan yield obligasi, kenaikan inflasi, serta kemungkinan tapering. Jika The Fed masih bersikap dovish, maka akan berdampak positif pada harga emas.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa fundamental, Pekan ini, akan ada rapat bulanan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) yang hasilnya akan diumumkan pada 18 Maret 2021 dini hari waktu Indonesia.

Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) pun kemungkinan tidak akan mengubah suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, probabilitas Federal Funds Rate bertahan di 0-0,25 % pada bulan ini mencapai 100 %.

Pasar tidak melihat ada peluang perubahan sekecil apapun. Akan tetapi, pelaku pasar perlu mencermati ekspektasi percepatan laju inflasi kemudian tercemin dalam yield obligasi pemerintah Amerika Serikat. Sepanjang pekan ini, yield obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun melesat 8,1 basis poin (bps). Pada akhir pekan, yield instrumen itu berada di 1,635 %, tertinggi sejak Februari 2020. Namun sejauh ini Powell dan kolega belum melihat tanda-tanda inflasi bakal ‘menggila’. Sebab walau ekonomi mulai pulih tetapi masih jauh dari kata kuat.

ANALISA TEKNIKAL

Menurut Analisa teknikal, Survei yang dilakukan oleh Kitco.com menunjukkan bahwa mayoritas pelaku pasar memperkirakan penguatan (bullish) untuk emas. Sekitar 38% pemain Wall Street memperkirakan minggu ini harga emas akan menguat (bullish), 31% melamah (bearish), dan 31 % lainnya memperkirakan stagnan (sideways).

Sementara itu, ada 62 % para pelaku pasar di Main Street memperkirakan harga emas menguat (bullish), 23 % melemah (bearish), dan 15 % stagnan (sideways).

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1727/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1741/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1700/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1688/troy ons dan support 3 $ 1664/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2197 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*