SOLID GOLD | PENGGERAK PASAR PEKAN INI

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – PEMILIHAN PRESIDEN AS MENJADI KATALIS UTAMA PENGGERAK PASAR PEKAN INI

SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas mengakhiri sesi perdagangan di bulan oktober 2020 dengan pelemahan sebesar -0.35 % ke level $ 1859.30/troy ons, sebelum tutup di level $ 1878.70/troy ons seiring ketidakpastian paket stimulus fiskal Amerika Serikat untuk penanggulangan corona virus (Covid-19) di Amerika Serikat dan pilpres Amerika Serikat yang akan di adakan pada 03 November.

Disisi lain, laporan rilis data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang masih dianggap resesi juga turut menjadi sentimen negatif yang datang, walaupun sebenarnya ekonomi Amerika Serikat sudah mulai membaik. Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari produk domestic bruto (PDB) tumbuh 33,1 % secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized).

PDB di kuartal III-2020 tersebut lebih tinggi dari prediksi Reuters sebesar 31,9 % maupun Dow Jones sebesar 32 %, dan membalikkan kontraksi (tumbuh negatif) 31,4 % di kuartal II-2020 lalu. Saat perekonomian Amerika Serikat bangkit, emas menjadi kurang menarik, sebab investor akan mengalirkan modalnya ke aset-aset berisiko
dengan imbal hasil tinggi. Saat perekonomian Amerika Serikat bangkit, emas menjadi kurang menarik, sebab investor akan mengalirkan modalnya ke aset-aset berisiko dengan imbal hasil tinggi.

Sehari sebelumnya, saat emas dunia merosot lebih dari 1,5 %, Prancis dan Jerman mengumumkan kembali menerapkan kebijakan karantina yang memicu aksi jual di bursa saham termasuk harga emas, sama seperti bulan Maret lalu. Sementara, Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengumumkan lockdown di seluruh negara pada hari Jumat (30/Oktober).

Selain itu, roda perekonomian Eropa, Jerman, juga mengumumkan lockdown. Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengumumkan “light lockdown”, dimana bar, restaurant, tempat olah raga, serta bioskop kembali dilarang beroperasi. Sekolah, hingga hotel untuk perjalanan bisnis masih tetap dibuka, toko-toko juga masih beroperasi tetapi dengan jumlah pengunjung yang dibatasi.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS (XAUUSD)

Menurut analisa fundamental, Sentimen pekan ini muncul dari Amerika Serikat dengan pemungutan suara pilpres, antara calon petahana Donald Trump dan kandidat penantang Joe Biden. Sejauh ini Biden unggul di pollnig, dan pasar bertaruh kemenangan Biden bakal lebar sehingga berujung kepastian politik.

Sebaliknya jika muncul kejutan buruk, atau Trump bereaksi negatif, maka pasar akan tertekan. Di tengah perkembangan tersebut, pasar akan menengok rilis neraca perdagangan Amerika Serikat per September yang menurut konsensus Tradingeconomics bakal berujung defisit US $ 64 miliar, di mana impor melemah ke US $ 238,2 miliar (dari sebelumnya US $ 239 miliar). Pelemahan impor menjadi kabar buruk karena mengindikasikan permintaan di Amerika Serikat belum pulih.

Selanjutnya pada Jumat, The Fed akan menjadi pusat perhatian dengan sentimen keenam yakni pengumuman kebijakan suku bunga acuan, yang diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga di level sekarang 0 % – 0,25 %. Disusul kemudian rilis data slip pengajian Oktober dan tingkat pengangguran di Amerika Serikat. Gaji baru sektor non-pertanian diprediksi tertekan menjadi 600.000 dari posisi sebulan sebelumnya (661.000), sedangkan angka pengangguran diprediksi surut ke 7,6 % dari sebelumnya 7,9 %.

ANALISA TEKNIKAL EMAS (XAUUSD)

Secara teknikal, Pialang komoditas senior RJO Futures yang berbasis di Chicago, Bob Haberkorn, mengatakan jika aksi jual di pasar saham menjadi lebih buruk, harga emas mungkin akan terus turun dan menguji level US $ 1.850-1.855/troy ons terlebih dahulu dan kemudian turun lagi ke US $ 1.825/troy ons.

Proyeksi Herberkorn tersebut jitu, level terendah yang dicapai emas dunia kemarin di kisaran US $ 1.858/troy ons berdasarkan data Refinitiv. “Kita bisa melihat level US $ 1.825 per troy ons jika terjadi lebih banyak lockdown akibat virus corona. Pasar saham bisa semakin ketakutan, yang mungkin akan menarik emas dan perak lebih rendah menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat,” kata Haberkorn.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $1882/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1891/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1866/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di
level $ 1858/troy ons dan support 3 $ 1848/troy ons.
SOLID GOLD

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2106 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*