SOLID GOLD | PENGUATAN PASCA RILIS DATA MAKROEKONOMI

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – HARGA EMAS KEMBALI MERAIH PENGUATAN PASCA RILIS DATA MAKROEKONOMI AMERIKA SERIKAT

SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas menguat di akhir sesi penutupan perdagangan pada Jumat (05/Februari) naik hingga 1.06 % atau mencapai level $ 1815.10/troy ons pasca angka Non-Farm Payroll (NFP) Amerika Serikat untuk periode Januari 2021 mematahkan optimisme para investor akan kuatnya pemulihan ekonomi dari pandemi virus Corona. Pasalnya, NFP Amerika Serikat hanya bertambah 49K jobs dari -227K sebelumnya, di bawah penambahan 85K yang diharapkan pasar.

Penyebabnya masih seputar pembatasan aktivitas demi mencegah penyebaran COVID-19 pada Desember lalu. Di waktu yang sama, rilis data Upah Rata-Rata Per Jam (Average Hourly Earnings) juga tak begitu ciamik. Pendapatan tenaga kerja Amerika Serikat turun dari 1.0 % ke 0.2 % di bulan Januari, meleset dari ekspektasi 0.3 %. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran justru lebih baik dari ekspektasi, karena mencatatkan penurunan dari 6.7 % menjadi 6.3 %. Secara umum, laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan bahwa kenaikan pertumbuhan di sektor tenaga kerja masih kurang dari ekspektasi. Masalah berkurangnya lapangan pekerjaan lebih serius daripada yang diperkirakan, sehingga pembahasan dana bantuan untuk memulihkan ekonomi Amerika Serikat pada akhirnya kembali menjadi sorotan.

Dollar Amerika Serikat diramal akan melemah karena stimulus moneter dari The Fed yang masih akan berlangsung hingga tahun 2023. Ditambah lagi dengan kemungkinan cairnya stimulus fiskal US $ 1,9 triliun, yang tentunya membuat dollar Amerika Serikat makin tertekan. Stimulus tersebut membuat jumlah uang yang bereda di perekonomian bertambah, secara teori dollar Amerika Serikat akan melemah.

ANALISA FUNDAMENTAL

Di minggu ini para pelaku pasar menyoroti kelanjutan progres paket stimulus fiskal di Amerika Serikat yang dikabarkan akan dipangkas dari US $ 1,9 triliun dimana angka ini dianggap terlalu besar. Rilis data penting di pekan ini termasuk angka inflasi di Amerika Serikat, China, dan India. Kemudian akan dirilis pula angka GDP kuartal terakhir Britania Raya, Norwegia, dan Malaysia. Selanjutnya bank sentral Swedia, Filipina, Meksiko, dan Russia akan menentukan suku bunga acuan masingmasing negara.

Di Amerika Serikat sendiri, laporan mengenai indeks harga konsumen kemungkinan akan menunjukkan adanya inflasi di angka 1,5 % yang merupakan level tertingginya sejak Maret silam pasca daya beli diserang corona, meskipun demikian angka ini masih di bawah target The Fed yakni 2 %.

Di waktu yang sama pembacaan pertama sentimen konsumer Michigan untuk bulan Februari akan menunjukkan sedikit perbaikan moral para konsumer, meskipun angka ini nantinya masih berada di bawah level sebelum terserang pandemi karena kurangnya dukungan fiskal pemerintah.

ANALISA TEKNIKAL

Saat ini, nyaris tidak ada analis yang memprediksi dollar Amerika Serikat akan terus menguat. Artinya penguatan hanya akan berlangsung sementara. Hasil survei terbaru yang dilakukan Reuters pada 4 – 7 Januari terhadap 70 ahli strategi mata uang, menunjukkan sebanyak 46 % memprediksi dolar Amerika Serikat masih akan melemah dalam 1 sampai 2 tahun ke depan. Persentase tersebut naik ketimbang survei bulan Desember lalu sebesar 39 %. Sementara yang memprediksi the greenback akan melemah lebih dari 2 tahun sebesar 10 %, sama dengan hasil survei bulan lalu.

Artinya, meski indeks dollar Amerika Serikat sempat rebound belakangan ini, tetapi ke depannya masih berisiko tertekan. Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1827/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1841/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1800/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1788/troy ons dan support 3 $ 1764/troy ons
SOLID GOLD

SGB JAKARTA/TulusRifwandiGea

About solid gold 2202 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*