SOLID GOLD | TERTAHAN AKIBAT KEKHAWATIRAN EVERGRANDE

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – PELEMAHAN HARGA EMAS TERTAHAN AKIBAT KEKHAWATIRAN EVERGRANDE

SOLID GOLD JAKARTA – Disepanjang lalu, harga emas kembali melemah -0.26 % dibandingkan minggu sebelumnya, dan ditutup pada level $ 1748.20/troy ons. Pelemahan dalam 3 minggu berturut-turut ini telah menyebabkan harga berada pada level terendah 5 bulan terakhir.

Tekanan harga emas terutama disebabkan oleh pernyataan The Fed pada Kamis dini hari (23/September) yang memberikan sinyal pengurangan program pembelian asset atau biasa disebut dengan tapering yang akan di adakan pada tahun ini tepatnya 2-3 november mendatang.

Pernyataan The Fed yang hawkish membuat Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) menguat tajam. Pengetatan moneter jika terjadi menjadi warning bagi para pemegang aset tak berimbal hasil seperti emas. Jika berkaca pada satu dekade silam, harga emas ambrol dari level tertingginya saat sentimen tapering muncul ke permukaan.

Kenaikan suku bunga acuan akan cenderung membuat dollar Amerika Serikat menguat. Dollar Amerika Serikat dan emas berkorelasi negatif, artinya saat greenback cenderung terapresiasi, harga emas cenderung turun. Inilah yang perlu diwaspadai ke depan.

Namun, pada Jumat kemarin, investor global kembali dikhawatirkan oleh krisis likuiditas Evergrande, dan hal ini membuat investor kembali memburu emas yang dianggap sebagai salah satu aset aman (safe haven). Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintah China mengingatkan kepada pejabat lokal untuk mengantisipasi dampak Evergrande.

Hal ini terjadi karena masih belum ada kepastian seputar kemampuan perseroan pembayaran kewajibannya dalam denominasi dolar Amerika Serikat. Saat ini, investor masih menunggu apakah Evergrande bakal bisa membayar bunga utang senilai US$ 83 juta atas obligasi denominasi dollar Amerika Serikat.

ANALISA FUNDAMENTAL

Minggu ini, menjadi pertanda bulan September akan berakhir. Dengan begitu, kalender 2021 akan memasuki periode kuartal keempat. Sentimen yang berpotensi menggerakkan pasar adalah rilis data manufaktur dan inflasi. Kenaikan inflasi di berbagai belahan dunia membuat sikap bank sentral menjadi lebih hawkish.

Di Amerika Serikat, data ekonomi pada minggu ini dimulai dengan Durable Goods Order untuk bulan Agustus, yang diperkirakan naik 0.6 % setelah jatuh 0.1 % pada bulan sebelumnya. Indeks PMI manufaktur untuk bulan September akan memberikan gambaran apakah sektor faktori mengatasi kekurangan material dan tenaga kerja dan inflasi harga. Amerika Serikat juga akan mempublikasikan angka GDP kuartal ketiga yang final yang diperkirakan akan dikonfirmasi di 6.6 % QoQ.

Selain rilis data makroekonomi AS, ketua The Fed ‘jerome Powell’ akan memberikan testimoninya dihadapan kongres AS pada hari selasa (28/September) dan disusul juga adanya pidato ketua The Fed yang akan di adakan pada hari Rabu (29/September). Tentunya ketua The Fed akan kembali membahas tentang proyeksi pertumbuhan Amerika Serikat baik dari tingkat suku bunga acuan, tapering dan tingkat inflasi di Amerika Serikat.

ANALISA TEKNIKAL

Menurut survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan sekitar 61 % analis Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan bearish, 22 % lainnya memperkirakan bullish, dan hanya 17 % yang memperkirakan netral atau sideways. Sementara 45 % analis Main Street memperkirakan bullish, 36 % bearish, dan 19 % lainnya netral.

Di lain sisi, koreksi harga emas dunia sepertinya masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas bisa menuju ke $ 1741/troy ons. Bahkan mungkin harga bisa turun lebih dalam ke kisaran $ 1724 – $ 1736/troy ons.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1763/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1773/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1745/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1736/troy ons. Dan support ke 3 berada di level $ 1724/troy ons.
SOLID GOLD

SGB JAKARTA / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2254 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*