SOLID GOLD | TERTEKAN OLEH PENGUATAN DOLLAR

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – HARGA EMAS TERTEKAN OLEH PENGUATAN MATA UANG DOLLAR AMERIKA SERIKAT(DXY)

SOLID GOLD JAKARTA – Disepanjang pekan lalu, harga emas melemah 2.17 % dibandingkan minggu sebelumnya. Dan ditutup pada level 1787.95 per troy ounce. Pelemahan ini adalah yang pertama kali dalam sebulan terakhir bersamaan dengan penurunan tajam pasar saham di Wall Street. Kenaikan indeks US Dollar dan yield obligasi Amerika Serikat bertenor 10 tahun.

Banyak analis memperkirakan depresiasi harga emas dan pasar saham tersebut. Disebabkan oleh antisipasi pelaku pasar terhadap tapering atau pengurangan nilai program pembelian asset oleh The Fed. Meski ketua The Fed Jerome Powell belum memastikan kapan tapering akan dilakukan. Namun beberapa pejabat The Fed mengatakan tapering layak dilakukan pada tahun ini.

Hal ini berkaitan dengan tingkat inflasi di Amerika Serikat yang terus naik beberapa bulan terakhir. Yang dianggap telah mencapai target dari bank sentral. Pasar memperkirakan The Fed akan mengurangi pembelian asset menyusul beberapa bank sentral mata uang utama lainnya seperti BoE. RBA dan juga ECB yang mulai mengurangi nilai program bantuan darurat minggu lalu.

Meski demikian, sebagian juga analis memperkirakan bias pergerakan harga emas masih akan netral dalam jangka pendek. Investor masih akan mencermati perkembangan penyebaran COVID-19 yang akhir-akhir ini justru meningkat di beberapa negara. Kenaikan kasus COVID-19 dan berkurangnya stimulus moneter bisa menyebabkan pemulihan perekonomian global terganggu.

ANALISA FUNDAMENTAL

Banyak analis dibidang trading emas memperingati investor akan kemungkinan terjadinya aksi jual. Di dalam saham-saham Amerika Serikat, dan apabila hal ini benar-benar terjadi. Inilah yang diperlukan bagi harga emas untuk naik melewati rentang perdagangan harga yang normal.

Salah satunya, Goldman Sachs Group, Morgan Stanley, Citigroup Inc. dan Bank of America Corp. Semua sedang kuatir mengenai pasar saham Amerika Serikat, menyatakan bahwa valuasinya sudah menjadi ekstrim.

Minggu ini, perhatian akan kembali kepada data Amerika Serikat yang akan mempublikasikan angka final inflasi. Dan retail sales bulan Agustus yang diperkirakan akan turun menjadi 0.7 %. Inflasi adalah faktor utama dibelakang penurunan sentimen konsumen dan dampaknya terhadap penjualan setelah penurunan. Yang tidak terduga di bulan Juli akan diperhatikan pasar dengan seksama. Apabila angka – angka yang keluar dari Amerika Serikat lebih lemah daripada yang diperkirakan, maka akan menguntungkan emas.

Terakhir, pada hari Jumat fokus akan ada pada perkiraan pendahuluan dari Michigan Consumer Sentiment Index bulan September, yang diperkirakan berada pada 70.2.

ANALISA TEKNIKAL

Dollar Amerika Serikat sedang menjadi primadona di pasar keuangan dunia. US Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mencatat posisi long (beli) terhadap dollar Amerika Serikat. Pada pekan yang berakhir 7 September 2021 adalah US $ 10,93 miliar. Mata Dollar Amerika Serikat saat ini berada di posisi long selama delapan minggu beruntun.

Survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan sekitar 60 % pemain Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan netral atau sideways, 20 % bullish, dan 20 % lainnya bearish. Sementara 55 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 26 % bearish, dan 35 % lainnya netral (sideways).

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1800/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1811/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1780/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1770/troy ons. Dan support 3 di level $1753/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2235 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*