SOLID GOLD | US $ 1.9 TRILIUN MENJADI BAHAN BAKAR EMAS

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – PROPOSAL STIMULUS AMERIKA SERIKAT KEMBALI DI LUNCURKAN SENILAI US $ 1.9 TRILIUN MENJADI BAHAN BAKAR TERHADAP EMAS

SOLID GOLD JAKARTA – Di sepanjang perdagangan pekan lalu, harga emas kembali mengalami tekanan ke level $ 1822.60/troy ons. Dan ditutup pada level $ 1826.25/troy ons, melemah lebih dari 1 % dibandingkan perdagangan minggu sebelumnya. Selain itu, dalam 2 pekan terakhir harga emas ambles 3,6% . Pada periode yang sama indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap kelompok mata uang lain menguat hampir 1 % .

Awalnya, harga mencoba rebound setelah pengumuman rencana paket stimulus jumbo Amerika Serikat senilai US $ 1.9 triliun. Dan pernyataan ketua The Fed Jerome Powell yang mengkonfirmasi bahwa tingkat suku bunga masih akan belum dinaikkan dalam waktu dekat. Namun, kenaikan kasus COVID-19 di China dan berbagai negara
lainnya yang diikuti dengan penerapan pembatasan wilayah (lockdown) telah memicu ketidakpastian pasar.

Saat ini, para investor lebih memilih uang tunai sebagai asset yang dipegang, terutama safe haven currency US Dollar. Sentimen risk aversion ini menyebabkan lonjakan indeks USD yang berdampak pada merosotnya pasar saham dan harga logam mulia. Selain itu, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat. Untuk jangka waktu 10 tahun yang sering jadi acuan juga membebani harga emas.

Sebagian analis memperkirakan harga emas minggu ini masih akan mengalami tekanan menyusul ketidakpastian pasar. Akibat pandemi COVID-19 yang semakin berkecamuk, memburuknya perekonomian global, dan kekhawatiran akan kemungkinan penundaan stimulus fiskal Amerika Serikat. Sementara, Meskipun pelaku pasar menilai tren pelemahan dollar Amerika Serikat akan berlanjut hingga tahun ini. Dan Federal Reserves sebagai bank sentral Amerika Serikat menegaskan tidak akan menaikkan suku bunga acuan. Setidaknya hingga tahun 2023 belum mampu menjadi katalis positif untuk emas minggu ini.

Data dan peristiwa penting minggu ini adalah GDP China, Manufacturing PMI dan Jobless Claims Amerika Serikat. Serta pidato Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden pada hari pelantiikannya tanggal 20 mendatang.

ANALISA FUNDAMAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Kemarin Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden mengumumkan proposal stimulus senilai U S$ 1,9 triliun. Namun indeks dolar masih di rentang 90, sementara imbal hasil (yield) nominal obligasi pemerintah Amerika Serikat. Tenor 10 tahun masih di atas 1 % sehingga menghambat kenaikan harga emas.
Kemudian penguatan dollar Amerika Serikat mengindikasikan adanya kemungkinan bahwa pasar melihat prospek perekonomian yang lebih bagus ke depan. Kecenderungan penguatan dollar Amerika Serikat juga mencerminkan kebutuhan likuiditas yang tinggi. Seperti halnya yang terjadi saat pasar anjlok pada Maret tahun lalu.

Di pasar obligasi, kenaikan yield nominal tersebut turut menekan harga emas. Meski sejatinya jika dikalkulasi lebih lanjut yield riilnya masih negatif karena inflasi di Amerika Serikat 1,2 %. Hal inilah yang membuat emas masih punya peluang menguat saat dollar Amerika Serikat mulai kendor dan yield obligasi menurun.

Peluang emas naik juga masih terbuka setelah ketua bank sentral Amerika Serikat Federal Reserves yakni Jerome Powell. Kembali menegaskan bahwa suku bunga acuan tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat. Program pembelian aset keuangan atau quantitative easing (QE) juga masih akan tetap dilanjutkan. Apabila indeks dollar dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat semakin turun. Maka saat itulah harga emas akan punya potensi lebih besar untuk menguat.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Survei yang dilakukan Kitco.com beragam. Sekitar 25 % pemain Wall Street memperkirakan minggu ini. Harga emas akan bullish, 37.5 % bearish, dan 37.5 % memperkirakan netral atau sideways. Sementara itu, 54.4 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 23.7% bearish, dan 21.9 % netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1851/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1865/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1811/troy ons. Dan support 3 $ 1800/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2233 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*