SOLID GOLD | Virus Corona Yang Masih Mendominasi Pasar Global

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – Aset Safe Haven Seperti Emas Menjadi Primadona Ditengah Kekhawatiran Virus Corona Yang Masih Mendominasi Pasar Global

SOLID GOLD JAKARTA – Pergerakan harga emas di sepanjang pekan lalu, harga emas tutup pada level $ 1584.00/troy ons. Menguat sebesar 0.9 % dibandingkan dengan harga penutupan minggu sebelumnya. Apresiasi harga emas tersebut terutama disebabkan oleh kekhawatiran pasar akan semakin meluasnya wabah virus corona. Setelah pemerintah China merevisi metode perhitungan dan melaporkan revisi data jumlah korban yang bertambah.

Berita resmi terakhirnya sudah 1.523 jiwa yang meninggal dan 66,500 lebih orang terinfeksi di China dan menyebar ke 28 negara. Minggu ini, isu wabah penyakit virus corona ini nampaknya masih akan mewarnai pergerakan pasar. Memberikan dorongan kepada para investor kembali mengincar aset safe haven seperti emas.

Selain itu, kekhawatiran akan dampak penyebaran virus corona pada perekonomian global. Juga diungkapkan oleh ketua The Fed Jerome Powell pada testimoninya di hadapan Kongres. Data inflasi tahunan dan penjualan ritel Amerika Serikat yang membaik tidak menyebabkan harga emas terkoreksi. Emas tetap bullish meski Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) naik hingga ke level tertinggi dalam 4 bulan.

Disisi lain, sentimen lainnya yang mungkin dapat memicu kembali naiknya harga emas adalah kembali memburuknya ketegangan di Timur Tengah. Setelah pemimpin tentara elit Garda Revolusi Iran, Hossein Salami pada hari Kamis. Bahwa negaranya siap untuk menyerang Amerika Serikat dan Israel jika mereka membuat kesalahan.

Untuk minggu ini, pasar masih akan didominasi oleh isu perkembangan virus corona dan potensinya terhadap perlambatan ekonomi global. Data penting yang bisa mempengaruhi pergerakan emas diantaranya notulen FOMC dan ECB. Indeks PMI Manufaktur dari Amerika Serikat, Eurozone, dan Jerman.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS ( XAU USD )

Menurut analisa fundamental, Harga emas masih kuat naik jangka pendek seiring kekhawatiran atas pelambatan ekonomi karena epidemi virus corona. Kekhawatiran para pelaku pasar terhadap virus corona yang mewabah. Membuat mereka mengabaikan hasil rilis data ekonomi Amerika Serikat yang positif sepanjang pekan lalu.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data FOMC Meeting Minutes pada Kamis dini hari; disambung dengan rilis Crude Oil Inventories pada Kamis malam; berikutnya data Flash Manufacturing PMI pada Jumat malam.

Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; diikuti dengan rilis Retail Sales Inggris pada Kamis sore; diakhiri dengan Flash Manufacturing PMI Jerman dan Inggris pada Jumat sore.

Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Monetary Policy Meeting Minutes RBA (Australia) pada Rabu pagi; diteruskan dengan pengumuman BI 7-DRRR pada Kamis siang yang diperkirakan bertahan di level 5.00 %.

ANALISA TEKNIKAL EMAS ( XAU USD )

Menurut analisa teknikal, Harga emas kembali mengalami kenaikan dekat resistance 1 $1585/troy ons. Setelah mengalami koreksi di area pivot point $1572/troy dari awal pekan lalu. Seiring kekhawatiran atas virus corona yang semakin mewabah. sehingga para investor tetap berlindung terhadap asset save haven seperti emas.

Untuk sepekan ke depan harga emas sedang menguji resistance 1 yaitu di level $ 1585/troy ons. Jika harga emas dapat menembus resitance tersebut makan dapat melanjutkan kenaikan ke resistance 2 di level $ 1598/troy ons. Untuk perubahan trend pergerakan harga emas (bearish) berada pada level $ 1559/troy ons. Jika harga emas dapat menembus kembali support tersebut. Kemungkinan besar dapat harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1547/troy ons.

Fokus pasar minggu ini, masih akan didominasi oleh isu perkembangan virus corona dan potensinya terhadap perlambatan ekonomi global. Data penting yang bisa mempengaruhi pergerakan emas diantaranya notulen FOMC dan ECB. Serta Indeks PMI Manufaktur dari Amerika Serikat, Eurozone, dan Jerman.
SOLID GOLD

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2018 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*