“Status Gunung Slamet memang telah diturunkan dari siaga menjadi waspada pada Senin 12 Mei 2014, pukul 16.00 WIB, namun sampai sekarang jalur pendakian belum dibuka karena masih berbahaya.

Dalam hal ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang adanya aktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak Gunung Slamet. Dia mengakui, sejak terjadi peningkatan aktivitas Gunung Slamet, banyak calon pendaki yang menanyakan kemungkinan dapat dilakukannya pendakian.

Terkait hal itu, dia mengharapkan para calon pendaki untuk bersabar hingga kondisi Gunung Slamet benar-benar aman untuk didaki atau dalam status normal. “Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil pengamatan PVMBG. Jika nantinya status Gunung Slamet diturunkan menjadi normal dan kondisinya telah benar-benar aman, kami tentunya akan membuka kembali jalur pendakian Gunung Slamet di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja”

Seperti diberitakan, Dinbudparpora Purbalingga menutup jalur pendakian Gunung Slamet sejak 10 Maret 2014 atau beberapa jam sebelum PVMBG meningkatkan status gunung tertinggi di Jateng tersebut dari normal menjadi waspada pada pukul 22.00 WIB. Bahkan, pada 30 April 2014, pukul 10.00 WIB, status Gunung Slamet ditingkatkan dari waspada menjadi siaga karena aktivitasnya terus meningkat.

PVMBG pada 12 Mei 2014, pukul 16.00 WIB, menurunkan status Gunung Slamet dari siaga menjadi waspada karena aktivitasnya cenderung menurun.

(okezone.com)