solid-goldberjangka.com – Penelitian dari Amerika Serikat menemukan mahasiswa dengan suasana hati buruk ternyata merasa sama terhiburnya setelah menyantap comfort food seperti cokelat atau es krim. Studi ini menanyai 100 mahasiswa untuk memberi rating comfort food kesukaan mereka. Peneliti kemudian menciptakan suasana yang membuat mereka sedih dengan cara membuat mereka menonton cuplikan film sedih.

Kemudian peneliti memberi makan sebagian dari mahasiswa itu comfort food, sebagian dari mereka diberi makanan yang disukai tetapi bukan jenis comfort food. Setelah makan, peneliti menanyakan perasaan mahasiswa tersebut. Hasilnya, para mahasiswa merasa lebih baik tak peduli apa pun yang mereka makan.

Peneliti mengulangi eksperimen yang sama. Kali ini sebagian dari mahasiswa makan comfort food dan sisanya tak makan sama sekali. Setelah beberapa menit, kedua kelompok merasa sama baiknya dan peneliti mengatakan comfort food ternyata tak berefek pada suasana hati.

Para peneliti mengakui bahwa studi ini memiliki keterbatasan. Salah satunya mereka hanya mempertimbangkan satu jenis suasana hati saja yang diciptakan dengan menonton film sedih. Mereka tidak memasukan konteks di dunia nyata saat orang makan comfort food. Mungkin saja kenyamanan dari comfort food datang dari pergi ke kafe dan membelinya di situ.

Namun mereka tidak terkejut dengan penemuan perubahan suasana hati itu sifatnya psikologis. Dengan makanan terpicu perubahan yang sangat lemah.

Profesor gizi dari Cornell University David Levitsky mengatakan,”Kita cenderung mencari solusi ajaib untuk permasalahan. Ide bahwa kita bisa merasa lebih baik dengan hanya mengonsumsi makanan tertentu itu sangat menarik. Namun kenyataannya, merasa lebih baik tak ada hubungannya dengan makanan. Makanan punya efek psikologis sangat lemah.”

(kompas.com)