solid-goldberjangka.com – Data valuta asing (valas) Bloomberg, menunjukkan nilai tukar rupiah melemah 0,1 persen ke level 11.980 per dolar AS pada perdagangan pukul 11:16 waktu Jakarta. Hingga menjelang siang, nilai tukar rupiah masih berkutat di kisaran 11.958-11.993 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah telah melemah 4,6 persen dalam enam bulan terakhir. Angka tersebut membuat rupiah menjadi mata uang berkinerja paling buruk dibandingkan 11 mata uang Asia lainnya.

Nilai tukar dolar AS memang terdorong naik seiring mendekatnya putusan Bank Sentral Amerika untuk meningkatkan suku bunganya pertama kali sejak 2006. Sementara itu, nilai tukar rupiah telah merosot lima pekan berturut-turut di tengah aksi penarikan dana asing dari bursa saham domestik.

Penarikan dana asing tersebut merupakan bentuk antisipasi akan biaya pinjaman AS yang lebih mahal.

“Dalam jangka pendek, beberapa negara berkembang harus lebih memprioritaskan stabilitasi dibandingkan pertumbuhan ekonomi. Anda tak bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi saat tengah bergelut dengan isu (kenaikan suku bunga The Fed),”

(liputan6.com)