SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Awal tahun biasanya dimanfaatkan sebagian orang untuk mengganti perangkat mobile baik smartphone atau komputer tablet miliknya. Ketika sudah mempunyai perangkat baru biasanya orang lebih memilih untuk mempensiunkan handset lawasnya, menjual atau bahkan menghibahkan perangkat tersebut.

Sayangnya, perangkat mobile yang biasa kita pakai sekarang ini sudah berfungsi layaknya buku hidup sehari-hari. Handset yang dipakai dalam keseharian biasanya berisi lagu, foto, video, musik maupun data pekerjaan dan pribadi pengguna yang seharusnya dijaga dengan baik agar tak membahayakan privasi kita.

Ada beberapa cara yang harus dilakukan agar perangkat lawas kita tetap aman ketika dipindahtangankan. Berikut ini tips agar perangkat lawas tetap aman saat dijual atau disumbangkan :

1. Ambil Kontak di Handset

Berbagai platform mobile yang ada di perangkat mobile populer saat ini yaitu Android Google, Apple iOS maupun Windows Phone dari Microsoft telah diberi kemampuan untuk memindahkan atau menyimpan data pengguna secara mudah.

Informasi dasar seperti kontak, kalender dan berbagai data lain bisa dipindahkan dengan mudah dari aplikasi bawaan yang disediakan perusahaan pembuat platform.

Bahkan, sekarang ini pengguna yang mengganti handset dengan platform yang berbeda juga sudah bisa memindahkan datanya secara langsung walaupun lebih rumit daripada yang memakai platform sama. Namun, setidaknya kita akan lebih mudah untuk mengamankan data penting, seperti kontak atau informasi pribadi lainnya.

2. Back-up Aplikasi dan Data

Kalender dan kontak mungkin tidak terlalu sulit dipindah karena bisa disinkronisasi secara langsung dari email. Namun, hal berbeda perlu dilakukan bila pengguna ingin tetap menyimpan tiap aplikasi yang biasa dipakai di perangkat lawasnya.

Bagi pengguna perangkat berbasis iOS, aplikasi yang sudah diinstal di handset akan dengan mudah diamankan lewat iTunes setelah memakai AppleID yang sama.

Akan tetapi, bagi pengguna perangkat berbasis Android maupun Windows Phone, diperlukan aplikasi dari pihak ketiga untuk menangani masalah ini. Aplikasi gratis bernama Helium mungkin bisa jadi solusi dari kebutuhan sinkronisasi aplikasi dan data.

3. Transfer Data Media

Memindahkan data memakai kabel USB ke PC jadi cara klasik yang juga diperlukan untuk menyimpan data perangkat mobile agar tetap aman setelah dijual. Meskipun lawas, trik ini efektif dipakai saat mengevakuasi data multimedia yang cenderung berkapasitas lebih besar dari file kontak maupun notes.

Cara lainnya ialah memanfaatkan layanan penyimpanan awan yang telah disediakan oleh pembuat platform smartphone supaya pengguna bisa memudahkan akses atau pemindahan data secara real-time. Google dengan Google Plus, Apple dengan iCloud, dan Microsoft dengan OneDrive.

4. Pastikan Data Terhapus

Setiap smartphone dan komputer tablet berbasis iOS, Android, Windows Phone maupun BlackBerry sudah dilengkapi fitur penghapusan data dan membuatnya kembali ke setelan pabrik.

Semua data pribadi seperti kontak, akun email, video maupun akun lainnya akan terhapus. Bahkan, pengguna dapat juga menghapus semua data yang ada di kartu memori.

Akan tetapi, sebagian orang memilih kembali memasukkan akun palsu di email yang disinkroniasi dengan handset lawas yang akan dilegonya. Cara itu dilakukan untuk mengalihkan pihak-pihak tak bertanggung jawab yang bisa saja menarik data dari perangkat, meskipun telah dihapus – SOLIDGOLD

(http://tekno.liputan6.com/)