solid-goldberjangka.com – Ujicoba teknologi 4G Long Term Evolution (LTE) yang gencar dari operator saat pemerintah sedang menggodok regulasi terkait teknologi 4G agar terimplementasi secepatnya, ternyata bukan sesuatu yang istimewa.

Operator, sejauh ini bebas ujicoba teknologi guna memastikan teknologi berguna bagi masyarakat. Tercatat, ujicoba teknologi 4G LTE dua tahun lamanya guna memperoleh hasil memuaskan agar menguntungkan masyarakat ini, sukses di Jepang.

“Untuk mengimplementasikan teknologi 4G LTE ini dibutuhkan pita yang lebih besar minimal 20 Mhz untuk benar-benar bisa merasakan keunggulan teknologi tersebut. Idealnya, 30 Mhz, akan jauh lebih bagus lagi. Tentu saja, semua tergantung demand-supply. Jika demand tinggi, mau tidak mau operator harus menyiapkan supply-nya salah satunya dengan memperbaiki dan membenahi jaringan,”

“Trial tekhnologi 4G LTE semacam ini memang sudah sering dilakukan operator dan bukan hal yang istimewa. Ini termasuk yang dilakukan XL-Axiata,” ujar Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono.

Ia mengatakan, faktanya, masyarakat Indonesia yang masih berteknologi 2G 70% dan teknologi 3G belum terpenuhi semuanya. “Jadi, terserah para operator, apakah 3G-nya mau diterusin atau dimatikan langsung lompat ke 4G, itu urusan masing-masing,” papar dia.

Lantas, ia mengimbau teknologi 4G LTE tersebut harus dikonsultasikan karena pitanya tidak kosong tapi sudah ada yang memakai. Setelah dikonsultasikan, kata dia, barulah pemerintah menjadwalan agar tidak mengganggu pengguna pita lainnya. “Alasan inilah kenapa mesti ada regulasi terkait penerapan teknologi 4G LTE ini,” imbuh dia.

Ia menambahkan, penerapan teknologi 4G LTE akses internet berkecepatan hingga 100 Mbps ini semestinya juga menjadi agenda Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, selain peningkatan infrastruktur dan tata kelola spektrum frekuensi.

Teknologi LTE tercatat bisa membantu pencapaian kecepatan Internet teoritis hingga 70-100 Mbps, dengan kecepatan aktualnya rata-rata mencapai 20 Mbps. Di kawasan ASEAN, operator seluler di Singapura, Malaysia dan Thailand telah mengimplementasikan LTE sejak 1-2 tahun lalu.

(inilah.com)