SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTASaham-saham di Wall Street berakhir melonjak pada Kamis (Jumat pagi WIB) untuk hari kedua berturut-turut setelah pertemuan Federal Reserve pada Rabu, karena investor mengesampingkan kekhawatiran tentang penurunan harga minyak.

AFP melaporkan, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 421,28 poin (2,43 persen) menjadi ditutup pada 17.778,15.

Indeks berbasis luas S&P 500 naik 48,34 poin (2,40 persen) menjadi 2.061,23, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 104,08 poin (2,24 persen) pada 4.748,40.

Keuntungan pada Kamis menandai hari kedua berturut-turut S&P 500 meningkat lebih dari dua persen. Kenaikan dua hari beruntun tersebut belum terjadi sejak 2002.

Bank sentral AS mempertahankan di tempat ekspektasi pasar bahwa bank mungkin meningkatkan suku bunga hanya di pertengahan 2015 dan tidak lebih cepat.

Penurunan besar dalam harga minyak telah mengguncang pasar ekuitas untuk sebagian besar Desember, tetapi investor mengesampingkan kecemasan mereka pada Kamis.

Banyak saham terkait minyak naik, sekalipun harga minyak mentah turun, menunjukkan beberapa investor percaya sektor ini telah keluar dari posisi terbawahnya. Anggota Dow Chevron naik 2,8 persen, Anadarko Petroleum maju 3,1 persen dan perusahaan jasa minyak Weatherford International naik 2,8 persen.

Saham perbankan mengambil momentum lebih lanjut setelah The Fed mendorong kembali kerangka waktu untuk aturan baru yang dimaksudkan untuk membatasi perdagangan berisiko tinggi.

Anggota Dow Goldman Sachs melonjak 3,6 persen dan Morgan Stanley naik 3,7 persen, setelah Fed menunda pelaksanaan selama dua tahun bagian dari “peraturan Volcker”.

Raksasa teknologi informasi Oracle melesat 10,2 persen lebih tinggi karena laba kuartal keduanya diterjemahkan ke dalam 69 sen per saham, satu sen di atas ekspektasi analis.

Saham teknologi lainnya juga menguat, termasuk anggota Dow IBM naik 3,8 persen dan Microsoft naik 3,9 persen. Raksasa teknologi Apple melonjak hampir tiga persen di Nasdaq.

Perusahaan makanan dalam kemasan ConAgra turun 1,4 persen di tengah berita bahwa laba bersihnya pada kuartal kedua menyusut menjadi 10 juta dolar AS dari 248,7 juta dolar AS pada periode tahun lalu, menyusul biaya yang besar di segmen merek pribadi, yang mencakup makanan ringan, pasta dan roti.

Sementara, harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS naik menjadi 2,20 persen dari 2,15 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun naik ke 2,81 persen dari 2,75 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik – SOLIDGOLD

(http://www.antaranews.com/)