solid-goldberjangka.com – Musim kemarau yang panjang di daratan Timor Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat warga kesulitan untuk memperoleh pasokan air bersih. Di Desa Oebaki, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) misalnya, 343 orang warganya terpaksa harus saling rebutan air bersama ternak peliharaan mereka dalam sebuah kubangan yang kotor.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD NTT, Jeffry Unbanunaek dan dua anggota DPRD kabupaten TTS, Eldat Nenabu dan Ampere Seke Selan, kepada Kompas.com, saat meninjau langsung kubangan yang berisi air keruh di desa Oebaki.

Dampaknya sangat luar biasa karena akibat kekeringan tersebut, warga harus rela berbagi air minum dengan ternak di kubangan yang ada di desa tersebut.

Masyarakat di sini sudah mengusulkan ke DPRD TTS untuk diberi bantuan air bersih dan juga fiber (penampung air) yang nantinya akan disimpan di sejumlah titik di desa tersebut sehingga nantinya akan dipakai untuk minum dan masak. DPRD setempat juga sudah menyetujui dan rencananya akan segera mengirimkan ke lokasi.

“Ini tentunya sangat miris ketika kita melihat kondisi seperti ini. Informasi yang kita dapatkan dari masyarakat bahwa banyak anak-anak dan balita yang terserang muntaber dan penyakit perut lainnya,” beber Jeffry.

Sementara itu kata jeffry, pemerintah daerah Kabupaten TTS sejauh ini belum bergerak mengatasi persoalan itu dan terkesan hanya pasif saja.

“Pemerintah daerah sebenarnya sudah tahu karena selama ini, krisis air bersih sudah menjadi langganan setiap tahunnya. Harusnya dana-dana yang bersifat urgen seperti bantuan sosial lebih baik diberikan berulang-ulang untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti ini,” ungkap Jeffry.

(tribunnews.com)